https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/issue/feed JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication 2025-12-26T19:55:11+07:00 Misbahul Munir Ibnubahr9@gmail.com Open Journal Systems <p align="justify">Journal of Qur’anic Studie and Islamic Communication (JADID), is a peer-reviewed journal published twice a year by The Faculty of Ushuluddin and&nbsp; Dakwah, Universitas Keislaman Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik. JADID is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Qur’nic Studies and Islamic Communication. JADID invites manuscripts in the topics Qur’anic and hadist Studies, the method of interpretation (tafsir), and Islamic communication, and some issues of learning others.</p> https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1732 Studi Komparatif Metode Tafsir Al-Qur’an Klasik dan Modern 2025-11-06T16:17:02+07:00 M. As'ad Nahdly asadnahdly5@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong><em>: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif metode tafsir Al-Qur’an klasik dan modern ditinjau dari aspek metodologi, pendekatan hermeneutik, serta relevansinya terhadap konteks sosial-kultural kontemporer. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya perbedaan mendasar antara metode tafsir klasik yang bersifat tekstual, normatif, dan berorientasi pada tradisi keilmuan ulama terdahulu dengan metode tafsir modern yang bersifat kontekstual, ilmiah, dan terbuka terhadap pendekatan interdisipliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif melalui kajian pustaka terhadap kitab-kitab tafsir klasik (seperti Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir al-Jalalain) serta karya-karya tafsir modern (seperti Fazlur Rahman dan Muhammad Abduh), didukung literatur ilmiah dan jurnal bereputasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel dan narasi, serta penarikan kesimpulan/verifikasi, dengan triangulasi sumber dan teori untuk menjamin validitas.</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik memiliki keunggulan dalam menjaga keaslian makna wahyu dan konsistensi metodologis, namun kurang fleksibel dalam merespons isu-isu sosial kontemporer. Sebaliknya, tafsir modern mampu menghadirkan interpretasi yang lebih adaptif dan relevan terhadap tantangan zaman, namun berpotensi menimbulkan subjektivitas jika tidak diimbangi dengan kaidah keilmuan yang kuat. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa integrasi antara pendekatan klasik dan modern dapat memperkaya khazanah keilmuan Islam serta menghadirkan metodologi tafsir yang lebih komprehensif, kontekstual, dan tetap berakar pada otoritas teks.</em></p> <p><strong>Keyword:</strong><em> Studi Komparatif, Tafsir Al-Qur'an, Metode Klasik, Metode Modern</em></p> 2025-11-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1790 Konsep Rahmatan lil ‘Alamin dalam QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 Perspektif Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dan Implikasinya terhadap Dakwah Kontemporer 2025-12-26T19:49:23+07:00 IMAM MAHDI HIDAYATULLAH IMAM imammahdihidayatullah@gmail.com <p>Fenomena kekerasan atas nama agama, ujaran kebencian, serta menguatnya paham ekstrem di ruang publik menunjukkan adanya distorsi terhadap misi Islam sebagai agama yang membawa kasih sayang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penafsiran QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 tentang konsep rahmatan lil ‘alamin menurut Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan konsep dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir tematik tokoh terhadap kitab Khawatir al-Sya’rawi ?awl al-Qur’?n al-Kar?m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rahmat Rasulullah SAW bersifat universal, tidak terbatas hanya kepada manusia, tetapi mencakup seluruh makhluk Allah SWT, baik mukmin maupun non-mukmin, bahkan alam semesta secara keseluruhan. Konsep rahmatan lil ‘alamin menurut al-Sya’rawi menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang humanis, persuasif, santun, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang. Konsep ini relevan dijadikan landasan teologis bagi penguatan dakwah moderat di tengah tantangan ekstremisme dan radikalisme keagamaan masa kini.</p> 2025-12-26T19:49:23+07:00 Copyright (c) 2025 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1795 Peran Etika Dakwah dalam Penguatan Program Mata Acara Radio Persada FM Lamongan 2025-12-26T19:55:11+07:00 Kholid Noviyanyo Kholid Famly kholid.noviyanto@uingusdur.ac.id <p><em>Era globalisasi telah membawa perkembangan dakwah di ruang media. Saat ini corak Islam telah nampak di ruang maya, di mana keragaman Islam telah ditunjukkan dalam berbagai akun media. Namun kendati demikian melihat perkembangan media, juga terdapat dilema terhadap narasi Islam yang berujung pada konflik.&nbsp;&nbsp; Untuk itu, etika dakwah menjadi peran strategis dalam penguatan program dakwah terutama di radio khususnya Radio Persada FM. </em></p> <p><em>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitataif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam hal ini, peneliti ingin mengungkap secara dalam tentang peranan kebijakan yang diterapkan oleh pengelola radio persada FM Lamongan dalam memperkuat dan mengembangkan program mata acara dakwah. Untuk mengasilkan data yang akurat, peneliti mengumpulkan data melalui observasi di radio Persada FM, wawancara dengan pengelola radio Persada FM, dan telah dokumen yang medukung dalam perolehan data riset. Dari perolehan data tersebut, peneliti melakukan analisis, dengan model Miller dan Habermans melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.</em></p> <p><em>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan etika siaran dakwah telah memperkuat program mata acara dakwah yang menghasikan pesan dakwah sebagaimana kebutuhan masyarakat. Dengan berprinsip pada kebijakan yang mengatur program siaran dakwah sebagaimana tertunag dalam UU Penyiaran nomor 32 Tahun 2002 dan Fatwa MUI, maka Pengelola radio Persada FM mampu mengembangkan Program siaran dakwah bersifat dialogis, monologis, dan interaktif.</em></p> <p><em>Etika dakwah, Penguatan Program Mata Acara, Radio, Persada FM</em></p> 2025-12-26T19:55:11+07:00 Copyright (c) 2025 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication