https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/issue/feedJADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication2026-07-15T20:57:56+07:00Misbahul MunirIbnubahr9@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify">Journal of Qur’anic Studie and Islamic Communication (JADID), is a peer-reviewed journal published twice a year by The Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Universitas Keislaman Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik. JADID is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Qur’nic Studies and Islamic Communication. JADID invites manuscripts in the topics Qur’anic and hadist Studies, the method of interpretation (tafsir), and Islamic communication, and some issues of learning others.</p>https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1855Melacak Sejarah: Menelusuri Perjalanan Kodifikasi Al-Qur’an2026-04-27T21:46:33+07:00Mohammad Ulil Rosyadmohammad.ulil.rosyad@mhs.ptiq.ac.idMohammad Fikri Zarkasyifikrizarkasyi02@gmail.comAmi Muftil Anamianamimuftil@gmail.com<p data-start="55" data-end="1299">Al-Qur’an telah berusia lebih dari seribu tahun dan menjadi bagian integral dari kehidupan umat Islam. Penelitian ini mengkaji perjalanan sejarah kodifikasi Al-Qur’an, dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW hingga masa kontemporer. Fokus utama dari penelitian ini adalah pemeliharaan Al-Qur’an, baik melalui hafalan (?ifz dan qir?’?t) maupun tulisan (pencetakan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis pustaka. Pemeliharaan Al-Qur’an yang dimulai pada masa Nabi Muhammad SAW dan Sahabat, kemudian dilanjutkan pada masa Khulaf?' ar-R?syid?n, mengalami banyak perkembangan. Salah satunya adalah proses kodifikasi yang dilakukan oleh Khalifah Utsman bin Affan dalam menstandarisasi mushaf, serta pengembangan percetakan Al-Qur’an dengan berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan umat Islam saat ini. Penelitian ini juga membahas kritik terhadap ketidak-konsistenan metode penulisan rasm Usmani dan jawaban dari cendekiawan Islam terhadap tuduhan tersebut. Seiring berjalannya waktu, mushaf Al-Qur’an telah mengalami perkembangan signifikan, termasuk pencetakan Mushaf Braille dan Mushaf Tajwid berwarna, yang bertujuan untuk memudahkan pembacaan Al-Qur’an bagi umat Islam dengan berbagai kebutuhan.</p>2026-04-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communicationhttps://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1893pemanfaatan waktu dalam tafsir al-maraghi2026-05-05T21:57:22+07:00alam alamudinalam094@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong>: <em>Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain library research (studi kepustakaan), bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsepsi utilisasi waktu (time utilization) dalam perspektif tafsir tematik Al-Qur'an, sebagaimana terekam dalam Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi. Penelitian ini berupaya mereartikulasi urgensi manajemen waktu yang efektif dan produktif sebagai respons terhadap disrupsi digital kontemporer, mengingat waktu diposisikan sebagai ni'mah (anugerah) fundamental dari Allah Swt. yang esensial bagi pemenuhan tugas ‘ubudiyah (penghambaan) dan khilafah (kekhalifahan) di muka bumi. </em><em>Data primer diperoleh dari teks Tafsir al-Maraghi, didukung oleh literatur tafsir dan sumber sekunder terkait, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa al-Maraghi secara konsisten menegaskan waktu sebagai penentu eksistensial bagi kesuksesan duniawiyah dan ukhrawiyah. Penafsiran terhadap ayat-ayat kunci misalnya, QS. al-‘Ashr, al-Fajr, al-Furqan, al-Nisa, dan al-Hasyr, menyoroti bahwa kerugian fundamental manusia berakar pada inefisiensi pengelolaan waktu untuk mengimplementasikan iman, ‘amal shalih, dan kontribusi sosio-kemasyarakatan. Oleh karena itu, implikasi teoretis dari pemikiran al-Maraghi tentang waktu sangat relevan dalam konteks modernisasi, berfungsi sebagai kerangka kunci untuk peningkatan produktivitas, pengembangan kapabilitas diri (self-development), dan konstruksi masyarakat beradab.</em></p> <p><strong>keyword</strong>: pemnafaatan waktu, Tafsir al- <em>Mar?gh?</em></p>2026-05-05T21:57:22+07:00Copyright (c) 2026 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communicationhttps://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1615MENINGKATKAN DAYA FIKIR KEWIRAUSAHAAN, PENGETAHUAN, KEPANDAIAN, INTELEKTUAL ATAU KOGNITIF DALAM AL-QUR’AN SURAT Q.S. YUSUF/12;47-492026-05-05T21:58:51+07:00adriantoadrianto5ntoo0dnto4mdmi@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Have entrepreneurial intelligence such as (1) having the courage to take risks, (2) being able to recognize their strengths or potentials, where they have a clear vision in life, (3) having emotional intelligence good, (4) Always oriented to the process and results, (5) Adaptive to change, which is always willing to learn, change and develop following changes in markets and the environment, (6) Never stop innovating in the course of its business, (7) Able to always collaborate with other parties and work together positively with each other so that all parties can develop and succeed together - (8) Always build a business network (friendship) with partners and stakeholders related to their business, (9) Getting used to always provide benefits to the environment, sharing and advancing together so that they always have a positive spirit for success This study aims to describe Increasing Entrepreneurial Thinking Power Knowledge, Intelligence, Intellectual or Cognitive on Al-Qur’an Yusuf/12;47-49 the data collection technique is using library research or library study research with data collection techniques carried out by examining literature, document, and other sources of information related to the Topik of researchers. The result of this study the first, QS. Yusuf/12;47-49 provide lessons on the importance of economic planning and management particularly in the context of food security and investment These verses tell how yusuf advised the king of Egypt to keep some of the large harvests during the fertile period to face the upcoming lean period The second, Implementation of Creativity and Innovation including Opportunity Identification Product Development/ service Business Process Improvement Adaptation to Change Gaining Competitive Advantage</p>2026-05-05T21:58:51+07:00Copyright (c) 2026 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communicationhttps://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1897Implementasi Ayat Al-Qur’an Sebagai Media Pengobatan: Analisis Living Qur’an di Kelurahan Rano Kabupaten Tanjung Jabung Timur2026-06-29T21:04:21+07:00Fadhilah Insaniinsanifadhilah97@gmail.com<p><em>Fenomena penggunaan ayat Al-Qur’an sebagai media pengobatan telah lama hidup dalam tradisi masyarakat muslim dan terus berkembang hingga kini. Di Kelurahan Rano, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, praktik tersebut masih dijalankan oleh salah seorang masyarakat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyembuhkan penyakit. Kajian ini penting karena memperlihatkan bagaimana teks Al-Qur’an berfungsi tidak hanya sebagai bacaan religius, tetapi juga sebagai sumber terapi spiritual yang diyakini membawa shif?’ (penyembuh) dan ra</em><em>?</em><em>mah (rahmat) bagi orang beriman. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan: apa landasan praktik pengobatan, bagaimana prosesi pengobatan, dan bagaimana pemahaman masyarakat terhadap penggunaan ayat Al-Qur’an dalam pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan living Qur’an yang bersifat deskriptif-analitis dan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap praktisi pengobatan serta masyarakat yang terlibat. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa praktik pengobatan berbasis ayat-ayat al-Qur’an berlandaskan pada nilai-nilai kebaikan sebagaimana tercermin dalam surah al-M?’idah [5]: 2 serta ajaran ketauhidan yang terkandung dalam surah al-J?tsiyah [45]: 13. Pelaksanaan pengobatan dilakukan melalui berbagai macam prosesi tergantung segi penyakit yang diderita. Disertai dengan penggunaan surah al-F?ti</em><em>?</em><em>ah, Y?s?n, dan al-Ra‘d [13]: 31, disertai doa N?r al-Nubuwwah dan doa Haikal, juga dengan memanfaatkan media air serta bahan-bahan alami. Masyarakat mempercayai bahwa ayat al-Qur’an memiliki kekuatan sebagai sarana penyembuhan dengan izin Allah, meskipun sebagian dari mereka belum memahami secara mendalam makna ayat-ayat yang digunakan dalam proses tersebut. </em></p> <p><em> </em><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Living Qur’an, Pengobatan, Ayat Al-Qur’an, Tanjung Jabung Timur. </em></p>2026-06-29T21:04:21+07:00Copyright (c) 2026 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communicationhttps://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1901 Nilai-Nilai Sosial QS. al-Mujadalah dalam Tafsir al-Jabar: Kajian Etika Komunikasi Islam2026-06-29T21:07:40+07:00bilal ramadhan BilalBRAMADHAN637@GMAIL.COM<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Al-Muj?dalah</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> merupakan salah satu surah yang memuat nilai-nilai sosial yang berkaitan erat dengan etika komunikasi dalam kehidupan umat Islam. Melalui penafsiran Muhammad ibn Jarir al-Tabari dalam </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Qur'an</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , surah ini tidak hanya dipahami dalam kerangka hukum dan adab individu, tetapi juga sebagai landasan terbentuknya etika sosial yang hidup di tengah masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">penelitian perpustakaan</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ) dengan menggunakan pendekatan kajian tafsir. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah tafsir al-?abar?, sementara sumber pendukung berupa literatur yang relevan dengan kajian etika komunikasi dalam Islam. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan pendekatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">analisis isi</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (content analysis ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">al-Muj?dalah</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> mengandung nilai-nilai sosial yang penting dalam membentuk etika komunikasi, seperti keberanian menyampaikan persoalan secara rahasia, dialog etika yang santun, penghormatan terhadap ruang publik, penghargaan terhadap ilmu, serta tanggung jawab dalam berinteraksi dengan otoritas. Nilai-nilai tersebut tidak disampaikan dalam bentuk konsep teoritis, melainkan melalui situasi sosial yang konkret sehingga membentuk pola komunikasi yang beradab dan inklusif. Penafsiran al-?abar? menampilkan bahwa Al-Qur'an sejak awal telah membangun etika komunikasi berbasis keadilan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap sesama. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa nilai-nilai sosial dalam QS. </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">al-Muj?dalah</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan etika komunikasi Islam, baik dalam konteks keilmuan maupun kehidupan sosial masyarakat.</span></span></p>2026-06-29T21:06:10+07:00Copyright (c) 2026 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communicationhttps://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/1986Transformasi Metode Dakwah dari Mimbar ke Media Digital2026-07-15T20:57:56+07:00Ahmad Zaenurizaencepu@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma dakwah Islam dari metode konvensional berbasis mimbar menuju pemanfaatan media digital sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan. Transformasi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menjaga efektivitas, kredibilitas, dan etika komunikasi dakwah di tengah masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi metode dakwah dari mimbar ke media digital, mengidentifikasi keunggulan media digital sebagai media dakwah, serta mengkaji implikasinya terhadap strategi komunikasi Islam di era digital. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep dakwah, teori komunikasi, media digital, serta etika komunikasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, mampu memperluas jangkauan dakwah tanpa batas ruang dan waktu, meningkatkan interaktivitas antara da'i dan mad'u, serta menghadirkan berbagai format penyampaian pesan yang lebih menarik dan adaptif terhadap karakteristik masyarakat, khususnya generasi muda. Di sisi lain, dakwah digital menghadapi berbagai tantangan, antara lain penyebaran informasi keagamaan yang belum terverifikasi, rendahnya literasi digital, penyederhanaan substansi ajaran, serta pengaruh algoritma media sosial terhadap distribusi konten. Oleh karena itu, transformasi metode dakwah harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi komunikasi digital, penguatan literasi media, serta penerapan etika komunikasi Islam yang berlandaskan prinsip hikmah, tabayun, kejujuran, dan tanggung jawab agar dakwah tetap efektif, kredibel, dan relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat pada era digital.</em></p>2026-07-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication