JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM
<p align="justify">JIEM (Journal of Education and Islamic Moderation) is a peer-reviewed academic journal that publishes research and studies on education and Islamic moderation. This journal aims to contribute to the development of a balanced and inclusive understanding of Islamic teachings in the field of education. JIEM welcomes original research articles, literature reviews, and case studies related to Islamic education, pedagogical approaches, curriculum development, and the integration of moderate Islamic values in teaching and learning. The journal serves as a platform for scholars, educators, and researchers to share insights and innovations in fostering an educational environment that promotes tolerance, pluralism, and harmonious coexistence. By bridging the gap between traditional and modern educational perspectives, JIEM seeks to enhance scholarly discourse on the role of education in shaping a moderate and progressive Islamic society. JIEM is published in February and August by Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik, Indonesia.</p>Program Pascasarjana Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresiken-USJEIM: Journal of Education and Islamic Moderation3108-9313TEORI MAKKI-MADANI
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1393
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendalami tentang Ayat Makkiyah dan Madaniyah beserta dampaknya dalam penafsiran ayat. Pembagian ini penting guna membantu penafsir memahami konteks sosial, budaya, dan sejarah di balik turunnya wahyu. Upaya untuk mempelajari al-Qur’an secara menyeluruh merupakan suatu dorongan yang kuat bagi ulama-ulama kaum muslimin terdahulu, bahkan hingga sekarang. Klasifikasi ayat al-Qur’an dalam bentuk Makki dan Madani telah dijadikan salah satu tiang penyangga dalam bangunan ilmu tafsir al- Qur’an. Hal ini disebabkan memang ada kepentingan dari sisi keilmuan oleh ulama untuk mengklasifikasikan demikian. Dengan mengidentifikasi pengertian dan perbedaan-perbedaan tersebut, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang ayat-ayat Makiyah dan Madaniah.</p>Iffah Rosyidah
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-01-292025-01-2910218KANDUNGAN TAUHID DALAM AL-QURAN
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1386
<p>In Islam we are required to know the true God, the God who is worthy of worship, namely through the words of Allah, because the Al-Quran is the guidebook for Muslims and is the main source. Of course, this is a matter for us to always learn and continue to explore the contents therein. As servants of Allah, we have been given many pleasures and gifts from the religion that He approves of, namely the religion of Islam, through the messenger of the most noble Prophet, Prophet Muhammad SAW and who gave the most noble revelation, namely the Al-Quran. So it is an obligation as the last Muslim community, the noblest people, the most numerous people, to always try to follow everything that has been brought by the Prophet Muhammad SAW, both regarding monotheism, morals, worship, conversion, and so on, all of which have been contained in the Koran. The purpose of this writing is to discuss Al-Quran verses related to Aqidah, a little material that comes from Al-Quran verses and Hadith. As for the results of this writing, the Ulama' Ahlu Sunnah wal jama'ah, (imam Abu Hasan Al Asy'ari and iman Al Maturidi) expressed their opinion. All of these books explain that Allah is the true God, there are many arguments that can be accepted by human reason or instinct, and are easy for many people to understand. Among them, God exists, and God's existence is a mandatory thing that cannot possibly not exist. Meanwhile, in conclusion, the Ayat Kursi contains many monotheistic values. Those who do not want to accept the teachings of monotheism cannot yet be considered Muslims. Therefore, it is very necessary to instill monotheism in the heart and mind, and leave the slightest doubt that arises in the heart and mind.</p>Must fa
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-01-292025-01-29102918Islam moderat dalam Budaya lokal
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1406
<p>Seiring dengan meningkatnya tantangan globalisasi yang sering kali membawa pengaruh homogenisasi budaya, pengintegrasian nilai-nilai Islam moderat dengan tradisi lokal menjadi semakin penting. Hal ini tidak hanya membantu mempertahankan identitas budaya tetapi juga memperkuat pemahaman ajaran agama dalam konteks yang lebih relevan bagi generasi muda. Dengan memanfaatkan tradisi lokal sebagai sarana pendidikan, diharapkan generasi baru dapat menjadi individu yang moderat, terbuka, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah Islam moderat dalam budaya lokal?. Peneliti menggunakan metode Structur literature Review. Hasil dari penelitian ini adalah Dalam budaya lokal, pendekatan moderasi tercermin dalam Islam Nusantara yang menghormati adat istiadat setempat, seperti tradisi sedekah bumi di Karangsari dan akulturasi Islam dengan tradisi Sunda Wiwitan di Jalawastu. Tradisi ini menonjolkan harmoni dan toleransi antaragama. Di Lombok dan Bali, interaksi antara Islam dan budaya lokal menunjukkan model coexistence damai, dengan prinsip toleransi, dialog, dan keadilan yang dijalankan secara konsisten. Secara keseluruhan, pendekatan moderasi beragama melalui budaya lokal, dan kearifan tradisional dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi intoleransi dan ekstremisme, menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif.</p>Lailatul Afiyah
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-02-062025-02-06102192610.33754/jeim.v1i02.1406Implementasi Nilai Moderasi dalam Al-qur'an
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1405
<p>Untuk mendapatkan prinsip dan nilai moderasi yang dapat diterapkan dalam sistem pendidikan sekolah, Al-Qur'an banyak menyebutkan prinsip dan sikap moderat. Keadilan, keterbukaan, kebijaksanaan, dan keseimbangan adalah nilai moderasi yang ditemukan dalam al-Qur'an. Untuk mencapai universalitas Islam, nilai-nilai ini harus selalu dijaga dan digunakan sebagai pegangan. Ada sejumlah pendekatan yang dapat digunakan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam pendidikan, seperti pendekatan penanaman nilai, pendekatan perkembangan moral kognitif, pendekatan analisis nilai, pendekatan klarifikasi nilai, dan pendekatan pembelajaran berbuat. Metode ini menanamkan sikap moderat, yang dapat menghasilkan sikap yang toleran, menghargai, dan kasih sayang satu sama lain.</p>Muhammad Shofiyulloh
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-02-062025-02-06102273910.33754/jeim.v1i02.1405Keterampilan Dasar Mengajar PAI
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1408
<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) membutuhkan keterampilan dasar yang efektif dalam proses pengajaran. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas keterampilan dasar dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakan pendekatan yang terstruktur yang berdasarkan tahapan pembelajaran. Salah satu keterampilan dasar adalah menjelaskan konsep, bertanya secara efektif, memberikan penguatan positif, mengelola kelas, dan memulai dan mengakhiri pelajaran dengan baik. Pra-instruksional, instruksional, evaluasi, dan tindak lanjut adalah tahapan pembelajaran yang tercakup. Dengan fokus pada integrasi keterampilan dasar dengan tahapan pembelajaran yang sesuai, diharapkan artikel ini dapat memberikan panduan praktis bagi pendidik PAI untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran agama Islam di kelas mereka.</p>izzatul laily al faiq
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-02-122025-02-12102404710.33754/jeim.v1i02.1408Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based Learning). Penggunaan Game Dalam Pembelajaran PAl Pada Siswa Madrasah
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1671
<table width="652"> <tbody> <tr> <td width="539"> <p>Game-based learning merupakan salah satu pendekatan pedagogis inovatif yang kian populer dalam dunia pendidikan modern. Pendekatan ini memanfaatkan unsur-unsur permainan seperti tantangan, aturan, tujuan, dan umpan balik sebagai sarana untuk meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa dalam proses belajar. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pendekatan ini menjadi sangat relevan karena mampu menjembatani penyampaian materi keagamaan yang sering kali dianggap kaku atau monoton menjadi lebih kontekstual, interaktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas game-based learning dalam pembelajaran PAI, serta mengeksplorasi implementasinya di lingkungan madrasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research) dan observasi terhadap praktik-praktik pembelajaran yang telah menerapkan unsur game. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, laporan penelitian, dan dokumentasi empiris yang relevan dengan implementasi game-based learning dalam pembelajaran keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game dalam pembelajaran PAI memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar siswa, pemahaman materi, dan pembentukan karakter religius yang lebih aplikatif. Siswa menunjukkan respons yang lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, serta lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai ajaran Islam melalui media yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Selain itu, pendekatan ini juga mampu mendorong kreativitas guru dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi digital. Implikasi dari temuan ini mengarah pada pentingnya pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan game-based learning yang sesuai dengan karakteristik materi PAI dan peserta didik. Oleh karena itu, integrasi pendekatan ini dapat menjadi alternatif strategis dalam merespon tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya informatif tetapi juga transformasional.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Imania Nur Rachmawati
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-07-252025-07-25102485810.33754/jeim.v1i02.1671Internalization of Sufism Values in Islamic Boarding School Education: Strategies for Shaping Santri Character in the Era of Moral Crisis
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1722
<p>The phenomenon of moral degradation among the younger generation demands an educational model that emphasizes not only the cognitive aspect, but also the formation of spiritual character. Sufism is seen as relevant as a solution through strengthening the divine, human, and natural dimensions. This study aims to describe the process of internalizing the value of Sufism and its form of implementation at the Putri Raudlatul Muta'allimin Islamic Boarding School Tegalrejo Datinawong Babat Lamongan. The research uses a qualitative approach with field study methods through interviews, observations, and documentation, analyzed descriptive-qualitatively by triangulating sources and methods. The results of the study show that the process of internalizing the values of Sufism takes place in three stages. First, the transformation stage is in the form of studying the yellow book with the wetonan method that trains students to produce translated works. Second, the transaction stage through the habit of worship and attitudes such as congregational prayers, dhikr, reading the Qur'an, as well as tawadhu, patient, and honest behavior. Third, the stage of transinternalization, where the value of Sufism is inherent in the personality of the students and practiced in the life of the community. Internalized values include the divine, human, and natural dimensions. This research confirms that the internalization of Sufism in Islamic boarding schools is effective in forming students who are religious, have social character, and care about the environment.</p> <p>Key Words: Internalization of Values, Sufism, Islamic Boarding School Education, Morals of Students</p>Moch. Bachrurrosyady AmrullohZahrotun Nisa
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-08-272025-08-27102596810.33754/jeim.v1i02.1722Pendidikan Islam dalam Penguatan Kecerdasan Interpersonal Dan Kinestetik pada Siswa
https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JEIM/article/view/1745
<p>This study aims to examine the contribution of Islamic education in strengthening interpersonal and kinesthetic intelligence of students at MTs Al Mukarromin Gresik. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection methods through observation, in-depth interviews and documentation. The results of this study indicate that the contribution of Islamic education to strengthening interpersonal intelligence is realized through a regional language habituation program that instills the values ??of politeness and social communication skills. While strengthening kinesthetic intelligence is realized through extracurricular hadrah activities that emphasize body movement coordination, togetherness, and students' motor expressions. Then from the impact, students at MTs Al Mukarromin have good Javanese language skills and also have an ingrained attitude of politeness in them, while from kinesthetic intelligence, students at MTs Al Mukarromin can develop their fine and gross motor skills and also have an ingrained attitude of love for the Prophet SAW. From the supporting factors of interpersonal intelligence, there is the role of teachers and parental support. However, the inhibiting factor is from interests and talents. Then from kinesthetic intelligence, the supporting factors are from parents, society and institutions. However, the inhibiting factor is from the physical condition of the student. These findings indicate that Islamic education can play a strategic role in shaping students' social and physical skills in an integrated manner.</p> <p>Keywords: Islamic education, Interpersonal and Kinesthetic Intelligence</p>Zulfatul Mufidah
Copyright (c) 2025 JEIM: Journal of Education and Islamic Moderation
2025-08-302025-08-30102697510.33754/jeim.v1i02.1745