Mekanisme Pembatalan Perkawinan Dan Implikasinya Terhadap Hak Perempuan Atas Poligami Tanpa Izin Di Indonesia
Abstract views: 507
,
PDF downloads: 407
Abstract
Abstract: A marriage can be broken up due to death, divorce and decisions of a religious court. Both due to divorce and annulment of marriage. Annulment of marriage can be filed for a variety of reasons, one of which is a polygamy committed without the permission or knowledge of the first wife. Then it has an impact on a marriage that is considered unprecedented. However, it is still a question of all the consequences and impacts therein. Using a normative juridical approach, this paper discusses how annulment of marriage in the practice of religious court law and what rights women get after the annulment of marriage. This paper argues that the mechanism of annulment of marriage for unlicensed polygamy resulting in marriage being considered to have not effect on the confusion of women's rights.
 Keywords: Annulment of marriage, Polygamy without the permission, and Women’s right.
References
Buku
Al-Faqi, Sobri Mersi. Solusi Problematika Rumah Tangga Modern. Cet. II. Surabaya: Sukses Publishing. 2015.
Ghazaly,Abd. Rahman. Fiqh Munakahat. Cet. II. Jakarta: Kencana. 2006.
Idris, Ramulyo, Muhammad. Hukum Perkawinan Islam dan Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Bumi Aksara. 1996.
Lapian, L.M. Gandhi. Disiplin Hukum yang Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. 2012.
Lev, Daniel S. Peradilan Agama Islam di Indonesia. Alih bahasa: Zaini Ahmad Noeh. Cet. II. Jakarta: PT. Intermasa. 1986.
Manzur, Ibnu. Lisan al-Arab. Juz. III. Qatar: Dar al-Fikr. 1994.
Misbahuddin, Ahud. Kewenangan Jaksa Untuk Mengajukan Pembatalan Perkawinan. Mimbar Hukum No. 39 Tahun IX. 1998.
Nasution, Hotnidah. Pembatalan perkawinan Poligami di Pengadilan Agama (Tinjauan Dari Hukum Positif). Jurnal Cita Hukum, Vol. I No.1 Juni 2013.
Nuruddin, dkk. Hukum Perdata Islam di Indonesia (Study Kritis Perkembangan Hukum islam dari Fiqh, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sampai Kompilasi Hukum Islam). Jakarta: Kencana, 2006.
Saebani, Beni Ahmad, Fiqh Munakahat 2. Cet. VI. Bandung: CV Pustaka Setia. 2010.
Sudarsono, Pokok-Pokok Hukum Islam. Cet. I. Jakarta: PT Rineka Cipta. 1992.
Tihami, H.M.A. dan Sohari Sahranai, Fikih Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap. Jakarta: Rajawali Pers. 2013.
Tim Penyusun, KBBI V 0.2.1 Beta (21). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2016.
Penelitian
Garnasi, Rizqo Ayu. Masa ‘Iddah Akibat Pembatalan Perkawinan Ditinjau Dari Hukum Islam, Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (Analisis Kasus Putusan Pengadilan Agama Nomor 2390/Pdt.G/2013/PA.Dpk dan Nomor 0230/Pdt.G/2007/PA/Wno). Skripsi Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 2014.
Kelompok Kerja Perempuan dan Anak Mahkamah Agung RI Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MaPPI FHUI), Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum. Mahkamah Agung Republik Indonesia bekerja sama dengan Australia Indonesia Partnership for Justice 2. 2018.
Kurniawan, Mohammad Wildan. Masa Iddah Dalam Pembatalan Perkawinan Menurut Hakim Di Pengadilan Agama Kota Yogyakarta. Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga. 2017.
Peraturan
Putusan Nomor. 618 K/Ag/2013
Kompilasi Hukum Islam.
Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975.
Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 jo Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama.
Internet
Hanifah, Siti. Pembatalan Perkawinan Menurut BW dan UU Nomor 1 Tahun 1974¸ 2018. https://www.pa-wamena.go.id/webtes/berita/berita-terkini/137-artikel/154-pembatalan-perkawinan-menurut-bw-dan-uu-nomor-1-tahun-1974.
Vindiasari Putri, Telah Mengikat Janji Suci 3 Seleb Ini Malah Ajukan Pembatalan Nikah, html://www.brilio.net, 2017.
Authors who publish in MASADIR: Jurnal Hukum Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0). that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



