Peace Education Berbasis Pesantren

Inklusi Kaum Marginal melalui Pengajian Munajat Jalanan di Malang

  • Moch. Bachrurrosyady Amrulloh Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik
Abstract views: 64 , PDF downloads: 33

Abstract

Anak jalanan dan komunitas punk di perkotaan kerap mengalami kekerasan struktural berupa stigma, eksklusi sosial, dan minimnya akses terhadap ruang keagamaan formal, sebuah kondisi yang dalam kajian perdamaian disebut sebagai negative peace. Artikel ini mengkaji Pengajian Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Riyadlotul Athfal (PPRA) Al Ghozali, Kabupaten Malang, sebagai model pendidikan damai (peace education) berbasis pesantren yang menyasar transformasi kondisi tersebut menuju perdamaian positif (positive peace). Berbeda dari kajian sebelumnya yang menempatkan internalisasi nilai sebagai fokus utama, artikel ini menggunakan kerangka peace education Johan Galtung dan prinsip pendidikan inklusif untuk membaca ulang data etnografis yang sama guna mengungkap mekanisme inklusi yang bekerja di baliknya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi; data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, catatan lapangan, serta dokumentasi visual dan audio, dan diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil kajian menunjukkan bahwa inklusi kaum marginal dalam pengajian ini berlangsung melalui tiga mekanisme: akses tanpa prasyarat sosial, partisipasi yang setara dalam pembiayaan dan penyelenggaraan kegiatan, serta kurikulum tersembunyi berbasis kasih sayang yang diwujudkan melalui ruang belajar informal seperti Iqra’ Squad. Ketiga mekanisme tersebut secara kumulatif mendorong transformasi dari kondisi negative peace menuju positive peace, yang tampak pada pulihnya kepercayaan keagamaan kaum marginal serta terbentuknya modal sosial yang inklusif. Artikel ini menegaskan bahwa pesantren dapat berperan sebagai ruang pendidikan damai informal yang efektif bagi kelompok yang terpinggirkan dari sistem pendidikan keagamaan formal.

Keyword: Peace Education, Pendidikan Inklusif, Pesantren, Kaum Marginal

PlumX Metrics

Published
2026-02-01