Menangkal Narasi Ekstremisme di Era Digital: Peran Pemuda dalam Membumikan Nilai Islam Moderat

  • Ali Sodikin Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik
Abstract views: 24 , PDF downloads: 5

Abstract

Perkembangan masif teknologi informasi dan media sosial di era digital ibarat pisau bermata dua; selain memudahkan komunikasi, platform ini juga rentan dieksploitasi untuk menyebarkan narasi ekstremisme, radikalisme, dan ujaran kebencian. Fenomena post-truth dan polarisasi digital semakin mengancam kohesi sosial di tengah masyarakat multikultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pemuda sebagai digital native dalam menangkal narasi ekstremisme serta membumikan nilai-nilai Islam moderat (Wasathiyyah) di ruang maya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), artikel ini menelaah berbagai literatur terkait literasi digital, pergerakan pemuda, dan moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemuda memiliki kapasitas krusial untuk melakukan "disrupsi balik" terhadap algoritma ekstremisme melalui tiga langkah utama: penguatan literasi digital untuk tabayyun (klarifikasi) informasi, produksi kontra-narasi yang inklusif dan toleran, serta pemanfaatan media sosial sebagai ruang dakwah kultural yang ramah. Kesimpulannya, keterlibatan aktif pemuda yang bertransformasi dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten moderat merupakan sistem imun sosial yang sangat efektif untuk merawat harmoni dan kebinekaan bangsa di era disrupsi.

PlumX Metrics

Published
2025-08-07
Section
Articles