Komunikasi Dakwah Kiai Achmad Khusairi Melalui Pertunjukkan Kentrung Sunan Drajat Di Lamongan, Jawa Timur
Abstract views: 26
,
pdf downloads: 22
Abstract
Abstrak: Artikel ini membahas komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Kiai Achmad Khusairi melalui media pertunjukan tradisional Kentrung Sunan Drajat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pertunjukan ini dipahami sebagai bentuk dakwah kulturaltransformatif yang mengintegrasikan narasi sejarah Islam, simbol budaya lokal, dan estetika seni tutur dalam satu ruang komunikasi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan jenis studi kasus, dan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi video pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang dilakukan bersifat multimodal, menyatukan unsur verbal, musikal, visual, dan simbolik yang membangun interaksi bermakna antara kiai dan masyarakat. Elemen seperti bahasa Jawa dialek Solokuro, tembang macapat, iringan rebana, dan kisah tokoh religius seperti Sunan Drajat berfungsi sebagai cultural codes yang menjembatani pesan keislaman dengan konteks lokal masyarakat. Penerimaan masyarakat terhadap pertunjukan ini sangat positif, ditandai dengan partisipasi aktif lintas generasi serta penghayatan nilai-nilai moral dan spiritual. Dakwah melalui kentrung terbukti efektif dalam memperkuat identitas keislaman lokal, membangun kesadaran kolektif, serta menjadi alternatif dakwah estetika yang kontekstual dan humanis di era modern.
Keyword: Komunikasi Dakwah, Kentrung, Kiai Achmad Khusairi, Budaya Lokal, Estetika Islam
References
Farmer, H.G., A History of Arabian Music to the XIIIth Century, London: Luzac & Co., 1992.
Geertz, Clifford. Abangan, Santri, dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya, 1983.
Hall, Stuart. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications, 1997.
Haryono. Seni Pertunjukan Tradisional di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005.
Hefner, Robert W. Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press, 2000.
Jalaluddin, Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.
Miles, M.B. & Huberman, A.M. Qualitative Data Analysis. California: SAGE Publications, 1994.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2019.
Nasr, Seyyed Hossein. Islamic Art and Spirituality, (Albany: Suny Press, 1987), 93.
Nidhom, M. Ainun. Peran KH. Ahmad Khusairi. Surabaya: UINSA, 2023.
Samovar, Larry A., Porter, Richard E., & McDaniel, Edwin R. Communication Between Cultures (7th Edition). Boston: Wadsworth Cengage Learning, 2010.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press, 2009.
Spradley, J.P. Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1980.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.
West, Richard & Turner, Lynn H. Introducing Communication Theory: Analysis and Application. New York: McGraw-Hill, 2009.
Abi Hasan, Wawancara, Lamongan, 12 Juni 2025.
Ibu Yuli, Wawancara, Lamongan, 12 Juni 2025.
Copyright (c) 2025 JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



