ISTIDRAJ PERSPEKTIF TAFSIR AL TABARI

  • Dinda Listiani INKAFA Gresik
  • Misbahul Munir INKAFA Gresik
Abstract views: 1671 , PDF downloads: 1171

Abstract

Manusia diberikan kenikmatan oleh Allah tetapi tidak banyak dari mereka yang bersyukur. Nikmat yang diberikan seringkali disalahgunakan untuk perbuatan maksiat. Banyak diantara mereka yang semakin mendapatkan nikmat semakin terjerumus dalam ketidak-taat-an. Mereka tidak sadar bahwa harta, jabatan, status sosial yang dimilki adalah bentuk istidraj Allah kepadanya. Tulisan ini mengekspolarasi tentang istidraj yang terjadi pada umat manusia, yang mana mereka sering tidak merasakan jika sedang mengalaminya. Penulis menggali tema istidraj dari sumber aslinya yakni al Quran dan kemudian melihatnya dari kacamata Mufassir Imam Ibnu Jari Al Tabari. Tulisan ini menggunakan jenis penelitian kuliatatif dengan menggunakan daya kepustakaan (library research) yaitu mengumpulkan data-data dan informasi dari berbagai macam literatur pustaka. Teknis analisa data yang digunakan adalah dengan teknis teori tafsir maudhui. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kata istidraj dalam al Quran secara redaksional (term) ditemukan dalam dua ayat, yakni surah al-Qalam (68):44-45 dan surah al-A’raf (7):182. Sedangkan secara konseptual tema istidraj ditemukan dalam lima ayat, yakni al-An’am (6):44, al-Zumar (39):49, al-Ankabut (29):66, al-Baqarah (2):211, dan Ali Imran (3):178. Menurut al-T?bari adalah hukuman berupa tipu daya kenikmatan duniawi yang diberikan kepada manusia yang mendustakan dan berbuat maksiat kepada Allah, sehingga mereka beranggapan bahwa hukuman tersebut adalah sebuah bentuk kenikmatan, pada akhirnya mereka terjerumus ke dalam kenikmatan tersebut dan semakin lupa kepada Allah. Kemudian Allah akan menarik sedikit demi sedikit ke arah kebinasaan dan Allah akan siksa mereka secara tiba-tiba dari arah yang tidak mereka ketahui. Selain itu penulis menemukan tanda-tanda seseorang yang terkena istidraj, yakni: Selalu mendustakan Allah tetapi kenikmatan terus mengalir, selalu mengingkari nikmat Allah, tidak mengetahui hakikat nikmat yang diberikan dan bersikap sombong.

Keywords: Istidraj, Tafsir Al-T?bari, Tafsir.

PlumX Metrics

Published
2023-03-15
How to Cite
Listiani, D., & Munir, M. (2023). ISTIDRAJ PERSPEKTIF TAFSIR AL TABARI. JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication, 1(2), 200 - 229. https://doi.org/10.33754/jadid.v1i2.626
Section
Articles